GURU LES PRIVAT SALEMBA, GURU KE RUMAH, GURU PRIVAT, SUPER INTENSIF, LES PRIVAT SD SMP SMA UAN SBMPTN SIMAK UI UNTUK DAERAH JAKARTA TANGERANG BEKASI DEPOK BOGOR
Les privat, Les Privat ke rumah, Guru Les Privat, Guru ke Rumah, Guru Privat ke Rumah, Guru Les ke Rumah, SuperCamp, Program SuperCamp Ui, Guru Les Privat ke Rumah, Super Intensif UAN/UN/UASBN, Super Intensif SBMPTN/SNMPTN/SIMAK UI.

Tampilkan postingan dengan label Guru Ke Rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Guru Ke Rumah. Tampilkan semua postingan

Jasmine, Remaja Indonesia yang Memukau Dunia - Les Privat Salemba

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/02/0236423-jasmine-620X310.jpg
Tak pernah terbayang di benak gadis berusia 13 tahun ini berpidato langsung di depan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan di hadapan khalayak internasional pada kegiatan Millenium Development Goals (MDGs) di Bali pada akhir Maret lalu.

Penampilan gadis bernama lengkap Jasmine Mutia Salsabila pada malam itu mampu membuat orang nomor satu Indonesia tersebut terpukau menatap kemahirannya menyampaikan masalah kemiskinan dalam bahasa Inggris tanpa gugup di hadapan delegasi internasional.

"Ya pasti grogi awalnya tapi setelah mulai bicara semuanya berjalan saja karena kan niatnya memang ingin membantu anak-anak miskin," ujar Jasmine saat dijumpai di rumahnya di Semarang, Sabtu (30/3/2013).

Masalah kemiskinan biasanya dinilai sebagai topik yang terlalu berat untuk anak seusia Jasmine. Namun, bagi gadis yang kini duduk di bangku kelas VII SMP Negeri 2 Semarang ini, hal itu justru penting untuk dibicarakan oleh banyak kalangan, termasuk anak-anak seusianya agar segera menemukan solusi.

"Kemiskinan terjadi karena adanya kesenjangan sosial akibat ketidakadilan dan banyaknya bantuan dari pemerintah yang disalahgunakan oknum," ungkap Jasmine.

"Untuk mengatasi kemiskinan juga harus dimulai dari masyarakat sendiri. Terutama bagi si miskin, ya harus bekerja keras dan berusaha mendapatkan pendidikan dan terus kreatif," imbuhnya.

Kondisi ekonomi yang kurang mencukupi sebenarnya cukup akrab dengan Jasmine. Sejak usia dua tahun, ayahnya meninggal dunia karena serangan jantung dan empat tahun kemudian ibundanya juga meninggal dunia.

Selanjutnya, Jasmine tinggal bersama neneknya dan harus hidup seadanya. Meski hidup dalam kondisi pas-pasan, ia tak mau menyerah dan bertekad mengubah nasib dengan belajar keras.

Usaha dan kerja kerasnya berbuah manis. Sejak duduk di bangku taman kanak-kanak (TK), Jasmine terus mengukir prestasi.

Bahkan sejak bangku SD hingga saat ini ia selalu berhasil menyabet peringkat pertama di sekolah.

"Alhamdulillah ranking satu terus. Jadi sekarang bisa sekolah benar-benar gratis," ujar anak bungsu dari dua bersaudara tersebut.

Kemampuan bahasa Inggrisnya yang mumpuni dan ditunjukkan pada saat kegiatan MDGs tersebut tak lepas dari kerja keras sang nenek yang selalu menemaninya belajar bahasa Inggris.

Sementara itu, penguasaan isu yang dibahas, selain dari pengalamannya, juga dari mencari tambahan bahan melalui internet dan menonton berita di televisi.

"Belajar bahasa Inggrisnya otodidak sama oma. Terus belajar di sekolah juga dan dengerin lagu," tutur gadis yang mengaku menyukai Bruno Mars dan Katy Perry ini.

Terpilihnya Jasmine untuk berpidato pada waktu itu tak lepas dari prestasinya yang membanggakan meski hidup seadanya.

Awalnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meminta tiap-tiap daerah mencari anak berprestasi. Kemudian saat Pemerintah Kota Semarang mengajukan nama Jasmine, Kementerian langsung memeriksa dan menyetujuinya.

"Nggak tau gimana awalnya. Langsung ditunjuk sekolah saja. Setelah itu latihan dan buat naskah. Naskahnya aku buat sendiri dibantu orang dari kepresidenan," pungkas gadis yang bercita-cita menjadi arkeolog ini.(kompas.com)

Walikota Pontianak Berharap Raih Peringkat Tiga Nasional UN - Les Privat Salemba

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/05/07/0751293620X310.jpg
Wali Kota Pontianak Sutarmidji berharap ada anak-anak SMA/sederajat di kota itu yang nilai ujian nasionalnya bisa masuk peringkat tiga besar nasional tahun 2013.

"Harapan tersebut bukan hanya sekadar harapan, tetapi didukung dengan persiapan yang sudah dilakukan jauh hari sebelumnya," kata Sutarmidji di Pontianak, Minggu (31/3/2013).

Ia menjelaskan, semua persiapan untuk menembus nilai tertinggi nasional sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. "Mudah-mudahan hingga tahun 2014, ada salah satu siswa dan siswi SMA/sederajat di Pontianak yang nilai UN masuk tiga besar tingkat nasional," ungkapnya.

Dia menjanjikan, bagi siswa-siswi SMA/sederajat yang berhasil meraih rangking tiga besar secara nasional, diberikan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya hingga perguruan tinggi, bahkan ke luar negeri sekalipun.

Sebelumnya, Sutarmidji juga menjanjikan akan memberikan beasiswa terhadap 40 orang siswa-siswi peserta UN tahun 2013 dari keluarga tidak mampu yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikannya hingga ke perguruan tinggi.

"Pemberian beasiswa tersebut sebagai bentuk kepedulian Pemkot dan Diknas Kota Pontianak untuk meningkatkan sumber daya manusia terutama bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu," katanya.

Selain itu, Pemkot Pontianak, juga akan memberikan hadiah sebesar Rp 10 juta bagi siswa-siswi SMA/sederajat yang meraih nilai UN tertinggi di kota itu. Sutarmidji berpesan, kepada siswa-siswi yang akan menghadapi UN mendatang agar mempersiapkan diri dengan tenang dan selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Upayakan tetap mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing," katanya.(kompas.com)
 
Copyright © 2013 - Guru Les Privat SD SMP SMA Alumni UAN SBMPTN SIMAK UI - Les Privat Salemba. All right reserved